Jumat, 14 September 2018

Anticipating Future Challenges by Being ICT Literate


Batusangkar (13/9)- Globalisasi memberikan dampak yang kompleks terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak dari globalisasi tersebut adalah pesatnya perkembangan sain dan teknologi. Hal ini membuat tingginya accessibility informasi sehingga memberi peluang bagi kita untuk dapat mengakses semua berita dan informasi tanpa batas ruang dan waktu. Kesempatan in dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk di bidang pendidikan.
Di era Knowledge-based society, pendidikan yang menggunakan teknologi diasumsikan telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan baru di dunia informasi teknologi telah menjadi trend dan membuka perspektif  serta peluang yang luar biasa dalam proses belajar mengajar. Dewasa ini penggunaan Information Communication Technology (ICT) sebagai media pembelajaran sudah mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang berbasis quality e-content; baik proses pembelajaran di dalam kelas maupun dengan populasi yang besar. ICT-based teaching menjanjikan proses pembelajaran yang terstruktur, namun lebih fleksibel dan interaktif.
Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional. Dalam rangka mewujudkan Innovative School, sekolah harus merespon perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru tetap dibutuhkan di kelas, ia sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) merupakan suatu kebutuhan karena dengan penggunaan ICT diharapkan adanya peningkatan mutu belajar/ mengajar, peningkatan produktivitas/ efisiensi dan akses, peningkatan sikap belajar yang positif, pengembangan professional/ staff dan adanya peningkatan profil/ pengenalan. Kelima hal tersebut merupakan harapan sekaligus kebutuhan yang  enjadi dasar perlunya penerapan ICT di sekolah. Dengan demikian diharapkan sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global tetapi tetap searah dengan visi dan misinya yang dikorelasikan dengan kebutuhan sekolah dan daerah
       Visiting Doctor ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, yang akan mengajar di sekolah-sekolah dan dosen Tadris Bahasa Inggris tentang pemanfaatan ICT agar guru-guru menjadi melek ICT dan tantangan di dunia pembelajaran di masa yang akan datang. Dengan demikian, tema dari acara Visiting Doctor ini adalah Anticipating Future Challenges by Being ICT Literate. Acara Visiting Doctor ini diadakan pada hari Kamis, 13 September 2018 di Auditorium IAIN Batusangkar yang dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Acara ini diikuti oleh Guru sekolah se kabupaten Tanah Datar, Dosen serta mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris. (yn/ara)

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :