Kamis, 01 Maret 2018

Kuliah Umum TBI

EFFORT TO PREVENT THE TREATS OF LGBT 
AND FREE SEX IN STUDENT COMMUNITY
Globalisasi memberikan dampak yang kompleks terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak dari globalisasi tersebut adalah pesatnya perkembangan sain dan teknologi. Hal ini membuat tingginya accessibility informasi sehingga memberi peluang bagi kita untuk dapat mengakses semua berita dan informasi tanpa batas ruang dan waktu. Kesempatan in dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk pihak yang mengusung isu kesetaraan gender yang di dalamnya terselebung issue LGBT, untuk menyebarkan pengaruhnya di muka bumi ini.

Dewasa ini, paham kesetaraan gender yang mendukung penyimpangan seksual, dikenal dengan Lesbian Gay Bisex and Transgender (LGBT), sepertinya sudah menggerogoti tataran budaya kita. Mereka menghabiskan dana trilyunan untuk mendukung gerakan tersebut. Sebagaimana dilansir di media massa, sekitar 108 trilyun rupiah dana yang diproyeksikan oleh UNDP (organisasi internasional di bawah PBB yang bergerak di bidang kemanusiaan) untuk mendanai kegiatan LGBT di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Berdalih untuk kemanusiaan, tujuan dari gerakan tersebut adalah untuk menghancurkan negara Republik Indonesia ini dengan merusak generasi muda melalui paham LGBT.

Kabupaten Tanah Datar yang merupakan salah satu pusat tempat kajian adat dan budaya Minangkabau tidak lepas dari ancaman penyebaran LGBT. Melalui beberapa diskusi dengan para praktisi hukum dan kesehatan, kabupaten Tanah Datar termasuk daerah yang paling tinggi gerakan kaum homoseksualnya. Berdasarkan informasi, terdapat lebih kurang 300 orang warga Tanah Datar yang teridentifikasi LGBT (data dari Kesbangpol dan Puskesmas Lima Kaum). Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan kita semua karena akan memberikan ancaman terhadap stabilitas kehidupan bernegara dan agama di wiliyah ini khususnya, di negara Indonesia pada umumnya.

Oleh karena itu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi Islam di Tanah Datar menentukan sikap terhadap LGBT yang secara nyata bertentangan dengan Syariat Islam. Dalam hal ini Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan merasa perlu mengangkatkan sebuah acara Kuliah Umum dengan para praktisi hukum, kesehatan, dan agama yang berada di Tanah Datar membahas bahaya dan ancaman LGBT di kalangan mahasiswa, Rabu (28/2).

Kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan dosen Tadris Bahasa Inggris tentang penyakit masyarakat seperti LGBT dan Free Sex yang berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada mahasiswa agar mereka memiliki ketahanan dan kewaspadaan terhadap bahaya dan ancaman yang disebabkan oleh paham homoseksual dan seks bebas ini. Adapun tema dari acara kuliah Umum ini adalah Efforts to Prevent the Threats of LGBT and Free Sex in Student Community ( Usaha untuk mencegah LGBT dan seks bebas di kalangan mahasiswa).

Mahasiswa dan dosen sangat antusias mengikuti kuliah umum ini. Berbagai pertanyaan diajukan kepada narasumber yang terdiri dari 3 orang narasumber yang sesuai dengan bidangnya masing-masing, Katherina Welong SKM, MARS (Ketua PKVHI  Wilayah Sumbar ), Dr. Risman Bustamam, M.Ag (Ahli Tafsir IAIN Batusangkar) dan Irwan, S.Sos., M.Si (Ka. Kantor Kesbangpol Tanah Datar).

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan dapat memperluas wawasan ilmiah dan keilmuan dosen, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris tentang apa itu LGBT, modus penyebarannya, dan akibat yang ditimbulkannya. Serta meningkatkan kesadaran dosen dan mahasiswa akan bahaya LGBT. Selain itu juga dapat meningkatkan wawasan tentang ketahanan dan bela negara dengan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :