BIPA



TBI, Batusangkar (04/8)- Pada hari Selasa-Rabu, 02 dan 03 Oktober 2018 telah dilaksanakan kegiatan Jejaring Kemitraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang merupakan program kerjasama Juruan Tadris Bahasa Inggris dengan Balai Bahasa Sumatera Barat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya peran bahasa Indonesia dan pengajaran BIPA kepada para penggiat BIPA yang berada di Tanah Datar. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung K Lantai IV IAIN Batusangkar yang diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa dan instruktur kursus bahasa yang ada di Batusangkar. Acara ini dibuka oleh Dr. Sirajul Munir, M.Pd Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar.(ara)

Share:

Sertifikat Akreditasi

 Silahkan Download Sertifikat Akreditasi yang dibutuhkan dibawah ini
  1. Sertifikat Akreditasi TBI STAIN Batusangkar (April 2008-April 2013) Download Here
  2. Sertifikat Akreditasi TBI STAIN Batusangkar (September 2013- September 2018)  Download Here
  3. Sertifikat Akreditasi TBI IAIN Batusangkar (September 2015- September 2018)  Download Here
  4.  Sertifikat Akreditasi TBI IAIN Batusangkar (Januari 2018- Januari 2023) Download Here
  5. Sertifikat STAIN Batusangkar Download Here
  6. Sertifikat IAIN Batusangkar Download Here
Share:

Anticipating Future Challenges by Being ICT Literate


Batusangkar (13/9)- Globalisasi memberikan dampak yang kompleks terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak dari globalisasi tersebut adalah pesatnya perkembangan sain dan teknologi. Hal ini membuat tingginya accessibility informasi sehingga memberi peluang bagi kita untuk dapat mengakses semua berita dan informasi tanpa batas ruang dan waktu. Kesempatan in dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk di bidang pendidikan.
Di era Knowledge-based society, pendidikan yang menggunakan teknologi diasumsikan telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan baru di dunia informasi teknologi telah menjadi trend dan membuka perspektif  serta peluang yang luar biasa dalam proses belajar mengajar. Dewasa ini penggunaan Information Communication Technology (ICT) sebagai media pembelajaran sudah mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang berbasis quality e-content; baik proses pembelajaran di dalam kelas maupun dengan populasi yang besar. ICT-based teaching menjanjikan proses pembelajaran yang terstruktur, namun lebih fleksibel dan interaktif.
Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional. Dalam rangka mewujudkan Innovative School, sekolah harus merespon perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru tetap dibutuhkan di kelas, ia sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) merupakan suatu kebutuhan karena dengan penggunaan ICT diharapkan adanya peningkatan mutu belajar/ mengajar, peningkatan produktivitas/ efisiensi dan akses, peningkatan sikap belajar yang positif, pengembangan professional/ staff dan adanya peningkatan profil/ pengenalan. Kelima hal tersebut merupakan harapan sekaligus kebutuhan yang  enjadi dasar perlunya penerapan ICT di sekolah. Dengan demikian diharapkan sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global tetapi tetap searah dengan visi dan misinya yang dikorelasikan dengan kebutuhan sekolah dan daerah
       Visiting Doctor ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, yang akan mengajar di sekolah-sekolah dan dosen Tadris Bahasa Inggris tentang pemanfaatan ICT agar guru-guru menjadi melek ICT dan tantangan di dunia pembelajaran di masa yang akan datang. Dengan demikian, tema dari acara Visiting Doctor ini adalah Anticipating Future Challenges by Being ICT Literate. Acara Visiting Doctor ini diadakan pada hari Kamis, 13 September 2018 di Auditorium IAIN Batusangkar yang dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Acara ini diikuti oleh Guru sekolah se kabupaten Tanah Datar, Dosen serta mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris. (yn/ara)
Share:

Kuliah Umum TBI

EFFORT TO PREVENT THE TREATS OF LGBT 
AND FREE SEX IN STUDENT COMMUNITY
Globalisasi memberikan dampak yang kompleks terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak dari globalisasi tersebut adalah pesatnya perkembangan sain dan teknologi. Hal ini membuat tingginya accessibility informasi sehingga memberi peluang bagi kita untuk dapat mengakses semua berita dan informasi tanpa batas ruang dan waktu. Kesempatan in dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk pihak yang mengusung isu kesetaraan gender yang di dalamnya terselebung issue LGBT, untuk menyebarkan pengaruhnya di muka bumi ini.

Dewasa ini, paham kesetaraan gender yang mendukung penyimpangan seksual, dikenal dengan Lesbian Gay Bisex and Transgender (LGBT), sepertinya sudah menggerogoti tataran budaya kita. Mereka menghabiskan dana trilyunan untuk mendukung gerakan tersebut. Sebagaimana dilansir di media massa, sekitar 108 trilyun rupiah dana yang diproyeksikan oleh UNDP (organisasi internasional di bawah PBB yang bergerak di bidang kemanusiaan) untuk mendanai kegiatan LGBT di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Berdalih untuk kemanusiaan, tujuan dari gerakan tersebut adalah untuk menghancurkan negara Republik Indonesia ini dengan merusak generasi muda melalui paham LGBT.

Kabupaten Tanah Datar yang merupakan salah satu pusat tempat kajian adat dan budaya Minangkabau tidak lepas dari ancaman penyebaran LGBT. Melalui beberapa diskusi dengan para praktisi hukum dan kesehatan, kabupaten Tanah Datar termasuk daerah yang paling tinggi gerakan kaum homoseksualnya. Berdasarkan informasi, terdapat lebih kurang 300 orang warga Tanah Datar yang teridentifikasi LGBT (data dari Kesbangpol dan Puskesmas Lima Kaum). Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan kita semua karena akan memberikan ancaman terhadap stabilitas kehidupan bernegara dan agama di wiliyah ini khususnya, di negara Indonesia pada umumnya.

Oleh karena itu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi Islam di Tanah Datar menentukan sikap terhadap LGBT yang secara nyata bertentangan dengan Syariat Islam. Dalam hal ini Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan merasa perlu mengangkatkan sebuah acara Kuliah Umum dengan para praktisi hukum, kesehatan, dan agama yang berada di Tanah Datar membahas bahaya dan ancaman LGBT di kalangan mahasiswa, Rabu (28/2).

Kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan dosen Tadris Bahasa Inggris tentang penyakit masyarakat seperti LGBT dan Free Sex yang berpotensi memberikan pengaruh buruk kepada mahasiswa agar mereka memiliki ketahanan dan kewaspadaan terhadap bahaya dan ancaman yang disebabkan oleh paham homoseksual dan seks bebas ini. Adapun tema dari acara kuliah Umum ini adalah Efforts to Prevent the Threats of LGBT and Free Sex in Student Community ( Usaha untuk mencegah LGBT dan seks bebas di kalangan mahasiswa).

Mahasiswa dan dosen sangat antusias mengikuti kuliah umum ini. Berbagai pertanyaan diajukan kepada narasumber yang terdiri dari 3 orang narasumber yang sesuai dengan bidangnya masing-masing, Katherina Welong SKM, MARS (Ketua PKVHI  Wilayah Sumbar ), Dr. Risman Bustamam, M.Ag (Ahli Tafsir IAIN Batusangkar) dan Irwan, S.Sos., M.Si (Ka. Kantor Kesbangpol Tanah Datar).

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan dapat memperluas wawasan ilmiah dan keilmuan dosen, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris tentang apa itu LGBT, modus penyebarannya, dan akibat yang ditimbulkannya. Serta meningkatkan kesadaran dosen dan mahasiswa akan bahaya LGBT. Selain itu juga dapat meningkatkan wawasan tentang ketahanan dan bela negara dengan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
Share: